Jumat

The Impossible Journey!


Semua bermula di sebuah rumah yang berpenghunikan seorang “bapa tua” bernama ki Maki (maap om disebut bapa tua..=P), Kami ber-11 berkumpul untuk mengemban sebuah misi..”survei Rihlah ke Curug Malela”..

Awalnya kami mendapatkan sebuah “kegalauan” tentang perjalan kali ini, mengingat hasil cerita sono sini akan track yang ditempuh menuju Curug Malela. Setelah berbincang-bincang sengit (rada lebay) akhirnya sang “bapa Tua” meyakinkan kami dengan hasil browsingnya sehingga kamipun membulatkan tekad untuk tetap pergi dengan penuh semangat dan percaya diri. Yeahh..=D
Kami memulai start jam 8.30, menggunakan “kuda” zaman modern, yang tak lain adalah sepeda motor..=D, Entah kebetulan atau disengaja, kami berangkat ber-12 dengan jumlah cowo dan cewe yang sama..=)

-@- Perjalanan....

Perjalan awal kami sangat mulus, hampir tidak ada rintangan..hingga tiba di bandung coret (luar kota bandung), perjalanan baru dirasakan sangat jauh oleh kami. Perasaan ini sempat hilang sejenak, ketika kami tiba di tempat peristirahatan pertama, Alun-alun cililin. Disini orang-orang sekitar bilang, “oh, ka curug malela mah tinggal 1,5 jam deui”..
mendengar kata-kata itu, secercah harapan muncul,
“Yeyeyeye..berarti kira-kira jam 12 udah nyampe curug..=D”.
Dengan semangat baru perjalanan pun dilanjutkan.=D
Panjang, panas, tapi indah.. itulah gambaran perjalanan hingga tempat peristirahatan kedua, masjid Antah Berantah alias ga tau masjid apa.
Disini seorang warga memberitahu kami, “ ka curug malela bentar lagi, Cuma tinggal 2 belokan.=)”
“oh iya pa =D?” jawab kami penuh semangat.
“iya 2 belokan, kiri sama kanan.”
Haha, ternyata sibapa nuju heureuy.gkgkgk
“hehe, ka curug mah 1 jam deui jang”, kata sibapa yang kali ini dijawab dengan serius.=)
Nahhh, yang jadi pertanyaan, 1 jam ??  terus tadi dialun-alun katanya satu setengah jam, itu teh sampe manaa??? -_-
Waduhhhhh,,*tepok jidad.
Setelah sholat, kami pun harus melanjutkan misi ini. “Survei ke Curug Malela”.

-@-

Perjalanan semakin terasa berat ketika jalanan aspal seratus persen diganti menjadi batu-batu dan pasir. Satu hal yang terlintas dipikiran kami, Dengan nada pasrah.. “ Si “Kuda” Bakal Ancur nih pulang dari sini.”huhuhu.

Rambu-rambu yang menunjukkan arah ke curug Malela mulai jarang terlihat, terpaksa kami harus nany sana sini. Sebenernya jalannya cuma satu jalan, tapi kami hanya ingin meyakinkan sebarapa jauh lagi perjalan yang harus kami tempuh.=) setelah bertanya, ternyata perjalanan hanya sekitar  7 KM lagi..=D
*Yoooo, semangat, tinggal 7 Km lagi..^^

-@-Setibanya ditempat..

Kami tiba jam setengah 2 siang di TEMPAT PARKIR, bukan di curug. Perjalanan menuju curug harus ditempuh dengan berjalan. Yah kira-kira butuh waktu normal setengah jam untuk tiba di curug. Pada awalnya, perjalan setapak ini begitu meyakinkan, dengan jalan yang sudah berbentuk tangga berbahan semen, tetapi, jalan yang mulus ini hanya ada di awal aja. Kesananya, kita harus melewati batu-batu terjal yang sangat menyulitkan. Dan ternyata benar, batu-batu terjal ini memakan korban, salah seorang teman kami mengalami kecelakaan. Kaki kanannya terkilir akibat salah pijakan ketika turun dari sebuah batu. Awalnya kami kira cuma terkilir biasa, sehingga kami memaksa untuk melanjutkan perjalanan setapak ini.*sayang banget klo balik lagi, curug udah di depan mata.=’)

-@- curug malela

Jam 2.30 tiba di depan curug malela. Hanya satu kalimat yang bisa diucapkan, “subhanallah luar biasa indahnya.=D”. Di curug hanya satu kegiatan yang kami lakukan, mengabadikan diri dengan Curug malela, alias berfoto ria..=D

-@- perjalanan pulang..

Setelah berfoto ria, akhirnya kami memutuskan naik kembali sekitar jam setengah lima, agar tidak terjebak malam di jalan pulang yang terjal. Mungkin bagi mamih jalan pulang lebih menyiksa, karena satu kakinya terkilir. Kelihatan mamih udah tampak kesakitan, akhirnya kami memutuskan kalo setengah perjalanan mamih menuju tempat parkir harus dilanjut dengan naik ojeg.
Setibanya di tempat parkir, orang orang sekitar bilang, klo kaki mamih ini harus diurut dulu. Akhirnya mau ngga mau, kaki mamih ini diurut dulu, dannnnnn jeritan kesakitan menggelegar di sentaro parkiran curug malela..hehehe *hayooo mamihh, cumungudh cumungudh..^^
jam setengah 5 lewat 15 menit, kami bergegas menunggangi kuda kuda kami, untuk mengakhiri apa yang sudah kami tempuh. Baru saja, menaiki tanjakan pertama, sekitar  2-3 kuda dari kami terjatuh akibat jalan berpasir yang licin. Untung, kuda yang ditunggangi oleh mamih tidak terjatuh, tetapi akibat insiden itu, kami memutuskan kembali kalo mamih harus naik ojeg selama jalan yang rusak ini.
Dengan penuh perjuangan, jam 6 lewat, kami berhasil melewati jalanan rusak, dan kembali berkumpul dengan mamih yang telah tiba terlebih dahulu.
Menurut tukang ojeg yang melihat keadaan mamih,mereka menyarankan agar mamih dibawa ke bengkel tulang, karena terdapat pergeseran pada tulang kakinya.*inalillahi..=’(
Akhirnya kami kembali membuat kesepakatan, tujuan yg awalnya langsung pulang kami rubah, ke bengel tulang. Mengobati kaki mamih. yeyeye.. ^^

-@-Bengkel tulang


Kaki mamih udah kaya batang pohon, bengkakkkk... sang ahli pun menghampiri, meliat keadaan, dann krek krek krek. Tulang kayanya lurus kembali..=D
setelah kaki mamih diobatin, kami pun pulang dan kami semua sepakat, kalo Curug Malela terlalu berbahaya untuk dijadiin tempat Rihlah, di mulai dari jarak yang harus ditempuh, hingga perjalanan yang ga memungkinkan dilalui mobil-mobil selain mobil 4WD. Terlalu beresiko jika memaksakan Rihlah ke Curug MALELA.The impossible journey..=)

*Tambahan..
Perkenalan. 12 orang pencari maut.=D
Cowo : Om maki, A’ vq, Awal, Augie, Ejya, Fitrah..
Cewe : Teh Vv, Mamih, Ira, Rike, Intan, Ina..

Pesan penulis :
Cepet sembuh mih..=)
Setelah Malela ditaklukin, Selanjutnya mau naklukin apa nih ? =D
Nice story..thanks for all..^^

Bandung, 220812
Penulis, Fitrah Roha.
Continue Reading...

Followers

Follow The Author