Jumat

Buktikan Kepedulianmu!

 
"Al Jazeera melaporkan ada 2 versi jumlah korban meninggal. Dari pihak Kementrian Kesehatan Mesir menyebutkan sedikitnya 149 meninggal dan 1000 orang luka. Sementara dari pihak pro-Mursi mengatakan lebih dari 2000 orang meninggal dan 10.000 orang luka." - (Islammedia.com)

Setidaknya itu adalah sekilas tulisan yang saya bca ketika membuka salah satu media yang sedang meliput info terkini dari mesir, hal tersebut membuat saya merinding, sekaligus ingin tahu info-info terkini apa yang sedang terjadi di dunia ini. Tentu, semua infonya saya dapatkan dengan mudah, karena banyak sekali media yang membahas tentang mesir, bahkan akan sangat aneh jika ada media yang sama sekali tidak membahas tentang mesir. Mereka menyuguhkan data terkini, hingga foto-foto yang tengah terjadi di mesir. Inalillahi wa inalillahi rojiun, Syuhada bertebaran. Membaca dan melihat itu semua, membuat bulu kuduk saya berdiri tegap laksana prajurit yang sedang berbaris.
Dari semua hal yang saya lihat, ada hal yang mengganjal dan membuat saya gerah, "Hei kemana Pemimpin kami ? Presiden kami ?" Kenapa yang saya lihat dari media hanya ucapan "prihatin" ?. Yah, mungkin saya masihlah awam tentang ribuan masalah yang di hadapi oleh presiden, tapi menurut saya, siapapun yang melihat aksi kejam di mesir, bisa berfikir bahwa itu bukan lagi tentang "Prihatin" tapi tentang Hak Asasi Manusia yang dilanggar.

Pagi ini, jauh dari berita di mesir, saya mendapat berita, bahwa ada yang membutuhkan darah, 3 orang anak penderita kanker untuk di rumah sakit Hasan Sadikin. "Hey, kawan, cara main, yah ini cara main Allah, sinyal-sinyal Allah berlaku detik ini?" itu yang terlintas dalam benak saya tadi pagi. Ketika beberapa jam lalu saya masih berfikir, saya yang hanya rakyat biasa mungkin hanya bisa membantu lewat doa kepada saudaraku di mesir. Tapi ternyata tidak. Saya bisa melakukan hal yang lain. Allah menginginkan saya melakukan hal-hal yang bisa saya lakukan di sekitar saya. Mungkin hanya doa yang bisa saya berikan untuk saudara di mesir, tapi saya bisa melakukan sebuah aksi untuk negeri saya, Indonesia.

Donor darah menjadi pilihan saya pagi ini, walaupun dengan saya donor, saya akan terlambat untuk sampai kantor, tapi tidak masalah, karena bagi saya yang pernah bergabung dengan organisasi kemanusiaan, nyawa adalah utama, tidak perlu fikir panjang ketika jauh disana ada orang yang sedang bertarung dengan detik. Setibanya di Layanan permintaan darah, saya melihat beberapa orang dengan wajah cemas sedang antri menunggu darah pesanan mereka tiba.

Saya coba bertanya kepada ibu resepsionisnya, "bu saya mau donor untuk anak-anak penderita kanker di Rumah Sakit Hasan Sadikin."
"Atas nama siapa ?" ibu itu menjawab dengan ramah.
"aduh saya lupa, hmm Emang belum ada yang terdaftar atas nama 3 orang itu yah bu ?, klo belum nanti saya tanyakan dulu"
"Banyak yang terdaftar kang, untuk rumah Sakit Hasan sadikin aja ada lebih dari ratusan labu yang membutuhkan. coba tanyakan terlebih dahulu atas nama siapa dan jenis darah yang didonorkan apa ? untuk trombositkah atau apa ?"
"Gleg" suara saya menelan ludah begitu jelas terdengar, Inalillahi, banyak sekali yang membutuhkan darah.
"Iya bu saya tanyakan terlebih dahulu".

Subhanallah, ternyata dibalik perang yang terjadi di Mesir, ada juga orang-orang yang berperang dengan waktu di negeri ini. Mereka menunggu kita, menunggu bukti dari kepedulian kita.

#Doaku Untuk Mesir, Aksiku untuk Indonesia.

#KeepPray #Keep Action.
Continue Reading...

Selasa

Dua Tamu Istimewa itu Muncul Dalam Kesyahduan Shubuh


Beberapa hari yang lalu saya beritikaf di sebuah masjid, tepatnya di Daarut Tauhid Bandung. Seperti biasa, jika di masjid Daarut Tauhid selalu ada kajian ilmu setiap jam 5 pagi. Dan subhanallah, tanpa ada pemberitahuan, tanpa iring-iringan kendaraan selayaknya seorang pejabat, tanpa ada sirine pemberitahuan, tanpa protokoler dua orang tamu istimewa itu muncul di kesyahduan shubuh, mengunjungi kajian ini. Beliau adalah Pak Ahmad Heryawan yang tak lain dan tak bukan adalah Gubernur Jawa Barat dan Walikota terpilih kota Bandung periode 2013 -2018, Pak Ridwal kamil atau yang akrab disapa kang Emil.
 
Entah saya mimpi apa semalam, tapi kini ada dua orang pejabat negeri duduk di hadapan saya ditambah seorang Ustadz kondang sekaligus pemimpin yayasan Daarut Tauhid Bandung, yaitu Kyai Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Saya simak kajian ini dengan seksama, subhanallah, kesederhanaan, keramahan, dan kebijaksanaan saya lihat dari mereka bertiga selama kajian pagi ini berlangsung. Rasa kagum saya memuncak ketika mereka sepakat bahwa ketiga orang yang sedang di hadapan para jamaah bukanlah 3 pemimpin, melainkan 3 orang ini adalah 3 pelayan.
Selesainya kajian, pikiran saya terbang melayang-layang, memikirkan betapa indahnya negeri yang saya injaki dipenuhi oleh pemimpin seperti mereka, ramah, sederhana, dan bijaksana. Seandainya di setiap daerah di negeri ini dipimpin oleh orang seperti mereka, seandainya di setiap kota-kota di negeri ini dipimpin oleh orang seperti mereka, seandainya di setiap kelurahan di negeri ini dipimpin oleh orang  seperti mereka, senadainya di setiap RW dan RT di negeri ini dipimpin oleh orang seperti mereka, seandainya di setiap rumah di negeri ini dipimpin oleh orang seperti mereka, dan seandainya pemimpin seperti mereka, pemimpin yang menyeimbangkan keeksisan diri mereka di berbagai media dengan masjid, mungkin negeri ini akan jauh lebih baik.
Saya dulu bisa jadi sama seperti kalian, orang yang enggan memikirkan dunia politik di negeri ini, masa bodoh dengan apa yang terjadi di jajaran pemerintahan negeri ini, lebih memilih golput dalam pemilu. Yah, bisa jadi saya sama seperti kalian, tapi paradigma itu berubah, ketika saya mulai memperhatikan negeri lain, palestina hingga yang terbaru adalah mesir.
Banyak saudara-saudara yang seiman dengan saya sedang berjuang mempertahankan hak mereka di seberang sana, dan bisa jadi yang terlintas di dalam pikiran mereka setiap detik adalah bagaimana caranya mereka bisa bertahan dan merasakan kembali hidup yang tentram. Setelah beberapa waktu saya memperhatikan apa yang terjadi di dunia, yah dunia bukan negeri saya saja, akhirnya sebuah kalimat yang terucap dari mulut saya, “Konyol jika saya masih berfikir masa bodo dengan apa yang terjadi di negeri ini”
Lah kenapa konyol ? Apa nyambungnya dengan pemerintahan negeri ?. Jelas konyol, ketika beribu-ribu orang saudara saya berjuang di seberang sana, sedangkan saya disini masih acuh dengan apa yang terjadi di negeri sendiri. Ketika saya berfikir, untuk golput dalam pemilu, itu sama saja dengan membiarkan hak saya berlalu begitu saja, membiarkan calon-calon penguasa bertindak seenaknya, dan bagaimana jikalau dia akhirnya terpilih menjadi seorang pemimpin negeri ? orang yang tidak bertanggung jawab dan serakah memimpin negeri ini ? Bisa jadi kita akan senasib seperti saudara-saudara kita dipalestina dan mesir. Mungkin masih ada yang berfikir, “yaelah, ga ngaruh juga kali satu suara golput”. Bukankah hal-hal besar itu di mulai dari hal-hal kecil ? bukankah peristiwa besar karena ada beberapa orang yang meremehkan hal-hal kecil ?
Saya tidak akan meminta anda untuk memilih satu kelompok tertentu, atau partai tertentu. Yang saya minta adalah pilihlah pemimpin yang amanah, yang sederhana, dan peduli. Pilhilah pemimpin itu, entah dia mau datang dari kelompok atau partai manapun, karena bagi saya, partai hanyalah media, kendaraan. Cari tahu kepribadian setiap calon pemimpin, cari tahu dari mana ia berasal, keluarga, pendidikan, dan lingkungannya. Cari tahu! jika semua ilmu telah kita kuasai, silahkan lakukan apa yang menurut kita harus kita lakukan.
Memilih atau tidak, itu sepenuhnya hak kita masing-masing, karena  diakhirat pun kita hanya bertanggung jawab dengan apa yang kita lakukan, bukan yang orang lain lakukan. Jadi saya tekankan sekali lagi, itu semua 100% hak kita masing-masing. Tapi saya ingatkan, jangan salahkan orang lain jika sesuatu yang buruk terjadi di negeri ini, kalau ternyata kita tidak pernah ikut andil untuk perbaikan di negeri ini.
Continue Reading...

Kamis

Sinyal-Sinyal Allah


Suatu hari, saya pernah mengikuti sebuah kajian berjudul Sinyal-sinyal Allah. Judul yang cukup menyedot perhatian saya dan beberapa audience lainnya. Pembawaan materi yang meledak-ledak membuat kami mengikuti dan menangkap dengan baik apa isi materi yang sang pemateri sampaikan.

Selesai acara, saya coba mengkaji ulang apa yang telah saya dapatkan barusan.
Ternyata tidak sedikit orang-orang dan termasuk saya mengharapkan sesuatu hal yang besar tiba-tiba terjadi dalam kehidupan. Yang terlilit hutang berharap hutangnya tiba-tiba ada yang melunasi, yang sedang menulis tiba-tiba tulisannya diterbitkan oleh penerbit nasional dan akhirnya best seller, atau yang sedang dalam "penantian" tiba-tiba sang bidadari / bidadara turun untuk menemani kehidupannya. Apakah semua itu mungkin terjadi dalam kehidupan ? jawabannya tentu bisa. "Kun fayakun". Tapi, semua harapan diatas itu akan sangat kecil kemungkinan terjadi jika kita tidak bisa menyadari hal-hal kecil, hal-hal yang selama ini kita anggap sepele dalam kehidupan.

ketika ada sebuah pertanyaan terlempar kedalam benak kita semua, apakah setiap detik yang terjadi dalam kehidupan ini kebetulan ?
apakah setiap yang terjadi di dalam kehidupan ini sia-sia ?
tentu tidak.
tapi, seberapa besar sih kita mengambil hikmah dari setiap kejadian ?
misal, seberapa besar kita "ngeh" terhadap sinyal-sinyal yang Allah sampaikan lewat kecelakaan yang kita alami ?
atau, seberapa besar kita "ngeh" terhadaap sinyal-sinyal yang Allah sampaikan lewat rezeki yang kita dapatkan ?

dan tentu, ketika semua yang sedang membaca tulisan ini pun bukan sebuah kebetulan atau sia-sia. Bisa jadi ada pesan yang ingin Allah sampaikan sehingga waktu 5 hingga 10 menit sahabat-sahabat semua disita hanya untuk membaca tulisan ini ?
yang jadi inti pertanyaan, sadarkah kita terhadap sinyal-sinyal yang Allah sampaikan saat ini?
lewat tulisan ini ?

barakallah.
semoga bermanfaat untuk ngebuat kita semua lebih "ngeh" sama sinyal-sinyal dari-Nya.
Aamiin.

"ketika hal-hal kecil itu bisa kita tangkap, kita syukuri, maka akan besar kemungkinan kitapun akan bisa menangkap hal-hal yang atau kebaikan yang lebih besar lagi. maka mulailah saat ini untuk menangkap sinyal-sinyal dari Allah, walaupun kecil sekalipun."
Continue Reading...

Followers

Follow The Author