Minggu

Pepatah Kuno


Jalanan begitu lenggang.
Terlihat dari tadi pagi, angin begitu asik bermain-main.
Bahkan embun pun masih tampak hadir.
Seakan-akan pohon tidak mau kalah tertinggal, lebatnya mereka membuat matahari seperti terlihat malu untuk menunjukkan jati diri.

Tapi.... Itu semua dulu.
kini semua telah berubah.
jalanan tidak lagi lenggang,
kuda-kuda bermesin mulai memenuhinya.
emosi-emosi jiwa, mulai terlontar dari para penghuni kuda.
angin pun sudah tidak lagi bisa bermain bebas,
embun ?
sudah tinggal kenangan, mereka tidak pernah hadir lagi.
Pohon-pohon lebat yang dulu terlihat perkasa pun, kini tampak begitu lusuh
dan perlahan tapi pasti, matahari berani menunjukkan keperkasaannya.

Yah...
kusadari, akulah yang terlalu acuh,
membiarkan angin, embun, dan pohon-pohon menjadi korban.
akulah yang terlalu jahat.
merenggut kebhagiaan-kebahagiaan mereka dulu.

kepasrahan mereka, tangisan mereka..
ahhh....
semua membuat ku tak perdaya melihatnya.
kini akhirnya aku paham akan pepatah kuno,
bahwa mengobati, itu jauuhhh lebih sulit daripada mencegah.
Continue Reading...

Followers

Follow The Author