Senin
Percayalah, 8 X 3 = 23 !
hmm, kali ini saya mau berbagi sebuah cerita yang baru saya dapetin dari salah satu sahabat saya.
semoga cerita ini bisa bermanfaat bagi sahabat-sahabat.=)
cekidot.^_^
suatu hari di sebuah desa ada seorang murid yang saaaaaaangatt pintar di bidang matematika, karena nama faforit saya Abdul, jadi kita sebut dia Abdul.
Dia adalah salah seorang murid dari guru terkenal di desa itu, yang bernama Asep.
hingga pada suatu hari, ketika ia sedang berjalan-jalan, ia memperhatikan percakapan seorang pedagang dan pembeli.
penjual, "hai saudagar, karena kau membeli 8 buah dan harga satuannya 3 dirham maka kau harus membayar 23 Dirham.
Pembeli,"oh iya baiklah". sambil menyodorkan 23 keping dirham.
Abdul yang melihat kejadian itu merasa heran dan menghampiri mereka berdua.
Abdul," Maaf, Anda salah hitung, 8 dikali 3 itu 24. bukan 23."
Penjual,"tidak! 8 dikali 3 itu 23, jadi dia cukup bayar 23 dirham."
Abdul," saya yakin anda salah hitung."
Penjual, " bagaimana kau bisa seyakin itu ?"
Abdul," Anda tidak tahu saya ? saya adalah murid dari Pa Asep. Guru matematika Tercerdas di desa ini!"
Penjual, " Oh ternyata anda muridnya.. Tapi saya tetap yakin jika 8 dikali 3 adalah 23."
Abdul," baiklah begini saja, kita ke Pak Asep. tapi kita bertaruh, jika jawaban saya salah, saya siap untuk tidak lagi dianggap muridnya dan dipermalukan di depan orang banyak, tapi jika kau salah apa yang siap kau berikan ?"
Penjual," oh baiklah, kalau saya salah, saya siap dipotong lehernya."
akhirnya kesepakatan itu disetujui, dan pergilah mereka ke Pa Asep, guru matematika tercerdas di desa itu.
Abdul, " pak tadi saya melihat penjual ini dan seorang pembeli melakukan transaksi, tapi menurut saya perhitungan penjual ini salah. dia mengatakan 8 dikali 3 itu 23. dan menurut saya 8 dikali 3 itu adalah 24. tetapi dia tidak percaya sama saya. Akhirnya kami sepakat untuk menemui bapak, dengan syarat jika saya yang salah saya siap berhenti jadi murid bapak, dan dipermalukan di depan umum. tetapi jika saya yang benar, dia siap untuk dipenggal kepalanya."
Guru," Abdul, bersiaplah kamu untuk tidak menjadi muridku lagi!"
karena Pak Asep adalah guru yang sangat dipercaya, tidak ada yang berani membantah ucapannya.
dan sesuai perjanjian, di berhentikan Abdul menjadi muridnya, dan dia akhirnya dipermalukan di depan orang banyak.
Suatu hari, ia kembali bertemu dengan Mantan Gurunya, pak Asep.
dia masih kebingungan, bagaimana mungkin dia salah.
akhirnya dengan berani, ia bertanya dimana kesalahannya.
"pak, saya sudah tidak lagi menjadi murid bapak, dan sayapun sudah dipermalukan di depan umum. tapi kalau saya boleh meminta ke bapak, tolong jelaskan kenapa 8 dikali 3 itu 23 ?" tanya Abdul dengan sangat penasaran.
"hai muridku, sesungguhnya jawabanmu tidaklah salah. jawabanmu tepat. 8 dikali 3 itu 24." jawab Guru.
"lantas, kenapa bapak waktu itu menganggap jawabanku salah ?" tanya Abdul penasaran.
" sekarang coba kau fikirikan, gimana jadinya jika bapak mengatakan jawabanmu benar ? maka akan ada 1 nyawa yang melayang bukan ? hai muridku, saat itu kau tidaklah belajar ilmu matematika, tapi kau belajar ilmu kehidupan. Ilmu eksak tidak akan pernah sebanding dengan mahalnya harga sebuah kehidupan. Bapak yakin tanpa bapak menjadi gurumu sekalipun, kau akan mampu melebihi ilmuku. tapi jika ada satu nyawa yang melayang karena sebuah perjudian yang konyol ? Bapak tidak akan pernah bisa memafkan diri bapak."
-end-
*maaf, nama penokohan cerita diatas tidak ada unsur sengaja.
Semoga tulisan ini bermanfaat sahabat,^^
barakallah.
Followers
Follow The Author
Designed By Templateism | Seo Blogger Templates
